Masa kecilku 2

From : 123rf.com

From : 123rf.com

oke temen – temen alhamdulillah kita masih di karuniai kesehatan serta nikmat, kali ini mimin mau lanjutin kisah masa kecilku kemaren yang belum baca bisa kunjungi link berikut : Di sini

Mencari rumput

 

From : ahsanfile.com

From : ahsanfile.com

Setelah menonton tv sebentar kira-kira jam 14 : 00 aku berangkat ke sawah mencari rumput untuk makanan hewan ternakku, untuk mencari rumput di sawah biasanya aku melibatkan,karung yang masih kecil sekiranya aku kuat mengangkatnya,sabit (aret dalam bahasa jawanya) untuk memotong rumpunya kadang juga dengan tangan kosong.

karena aku masih kecil jadi belum selihai orang mencari rumput lainnya, pernah suatu ketika waktu aku mencari rumput sempat jariku ke iris sabit mana karung belum terisi rumput.

Akhirnya aku memaksakan diri untuk memenuhi karung tersebut, dan mengobati luka iris itu dengan membungkusnya dengan plastik yang kutemukan di sampingku,kadang bertemu dengan hewan-hewan yang tidak aku sukai seperti ulat,cacing, dan sebagainya. ya itulah sebagian kecil resikonya.

Aku mencari rumput kurang lebih 1 jam hingga karungku terpenuhi dengan rumput, tidak seperti orang pencari rumput lainnya yang 30 menit bahkan tidak sampai 30 menit sudah penuh, namun semua aku lakukan dengan riang,gembira.Setelah penuh saya memikulnya dan bergegas membawa pulang.

Bermain Sepak Bola

From : bolalob.com

From : bolalob.com

Hampir setiap hari, aku bermain bersama teman-teman desaku,mereka ada banyak sekali,kadang membuat ketawa kadang juga membuat menangis. Tapi bagiku semua itu terasa indah, semua yang aku lakukan bersama teman-teman desaku.

Bermain sepak boola di sore hari adalah kebiasaan kami yang bertempatkan di latar selepan, kadang jumlah orang tidak menentu kami membuat tim sedanya orang, misal orangnya jumlahnya 8 tingal bagi 2 jadi 4 vs 4 dan begitulah seterusnya.

Sejatinya,permainan sepak bola adalah berjumlahkan 11 orang dalam satu tim, tapi yang kami lakukan hanya berjumlah bebrapa orang saja dalam satu tim. Begitulah, tapi itu semua cukup untuk memuaskan hati kami, yang penting happy 🙂

Bermain di Sungai

From : beritadaerah.co.id

From : beritadaerah.co.id

Di hari minggu tak jarang kami bermain di sungai, salah satu kegiatan kami adalah membuat bendungan di sungai yang airnya sedang tidak mengalir lalu mengurasnya bermaksud mencari ikan.

Berteriak senang saat mendapati bendungan yang kami kuras ada ikannya (walau sebenarnya yang kami dapati saat itu adalah kecebong -kecebong. Memasukkannya dalam kantong plastik, bergantian memasukkannya,memandangi kecebong yang bergerak gesit dalam air, bernyanyi sambil menyusuri sungai. Hal sesederhana itu, yang mampu membuat hati kami berbunga-bunga.

Menangkap Belalang di Sawah

From : budakampung.pun.bz

From : budakampung.pun.bz

Kadang kami juga bermain di sawah, mencari ceplukan buah yang banyak di temui di pinggir perjlanan di sawah. Sering juga kami menangkap belalang dan capung, berlomba mengumpulkan sebanyak-banyaknya.

Inilah salah satu keahlian kami, menangkap belalang dan capung yang terkenal akan kegesitannya dengan tangan kosong, dengan jurus andalan kami mengejutkan bagi hewan berkaki enam itu.

Kami memiliki keahlian dalam bidang penangkapan belalang dan capung, tak peduli sedang terbang di udara atau yang hinggap di ranting-ranting dan pucuk daun tanaman, kami bisa menangkapnya dengan tangan kosong.

Salah satu dari temanku memasang kuda-kuda dan siap menangkap mangsa. Ia berdiri mematung,tangannya direntangkan ke depan, dengan telapak talapak tangan terbuka,matanya berputar-putar mencari mangsa,berharap ada mangsa yang mendekat.Tuhan mengabulkan permohonannya.

Tak beberapa lama, seekor capung berterbangan di samping tubuhnya,naik,mengelak,terbang lagi. Dan akhirnya terbang melesat di atas kepala temanku, dengan cepat keduan tangan itu bertemu “puk” menangkup, capung itu tertangkap dengan sekali tepuk,hebat kan?.

From : ahsanfile.com

From : ahsanfile.com

Bahkan ada yang lebih hebat lagi, beberapa temanku bisa menangkap capung yang sedang terbang bagai menangkap gelembung balon. Mereka hanya tinggal meloncat dan melambaikan tangan,capung sudah dalam genggaman, aku hanya dapat melakukan beberapa kali hanya banyak gagalnya.

Walau aku tak begitu mahir menangkap capung yang sedan terbang, aku mahir menangkap capung atau belalang yang hinggap ranting atau pucuk daun. Jika ada capung atau belalang yang hinggap, mataku fokus pada target,tanganku mengambil ancang-ancang beberapa cm di belakang targetku.

Setelah merasa waktunya sudah tepat (naluri pemburu mode on), aku menggerakkan tangan ke depan,cepat, sepersekian detik, capung dalam genggaman. Aku memegang kedua sayapnya, tak bisa terbang.capung itu berusaha melepaskan diri,memberontak,menggeliat, tapi semua sia-sia.

Aku memasukkannya ke dalam plastik yang sudah di lubangi kecil-krcil agar si capung bisa bernafas,aku mengamati capung tangkapanku yang sedang terdiam di dalam plastik, bola matanya yang besar dan bundar berputar-putar,lucu. Warna tubuhnya yang menawan,di dominasi warna biru ,berbelang kuning,sayapnya bening,berwarna-warni,bagai warna pelangi yang muncul setelah hujan.

From ; alamendah.org

From ; alamendah.org

Aku duduk, sibuk memandangi capungku.Tak peduli dengan perlombaan menangkap capung tadi, satu capung dalam genggaman sudah cukup bagiku.

Capung itu terlihat lemah mengepak-ngepakkan sayapnya, aku merasa kasihan melihatnya,ia terlihat pasrah,matanya tidak lagi bersinar,sayu. Aku tak ingin kalau capung ini sampai mati, Makhluk lucu dan cantik ini tak boleh mati, aku teringat kata nenek tidak boleh menyiksa binatang, dosa. oh .. apa yang sedang aku lakukan?

Akhirnya aku memutuskan untuk melepaskannya ke alam bebas lagi, kuambil capung itu dari plastik,aku angkat ke atas, ku bebaskan ia,sayapnya mengepak-ngepak, linglung sejenak,terbang tak beraturan, tapi dengan cepat ia menyeimbangkan tubuhnya,terbang keatas, dan seakan menoleh ke arahku, dan berkata “terimakasih”.Aku malambaikan tangan dan membalasnya “sama-sama” (jangan pernah meremehkan imajinasi anak-anak,mereka adalah penghayal yang hebat) sekian 🙂

 

 

Speak Your Mind

*