Pengalaman Naik Bus ke Ponorogo

Sumber : ghamdan.wordpress.com

Sumber : ghamdan.wordpress.com

Ke Ponorogo naik Bus? di jaman yang modern ini, menempuh perjalanan darat dengan naik bus memang kurang diminati. Kalau bukan karena terpaksa,kehabisan tiket kereta atau ada alasan tertentu.

Begitu pula dengan saya yang terbiasa naik sepeda motor dari Ngawi ke Ponorogo, Niatnya sih cari laptop yang harganya murah gitu, sebenarnya naik bus adalah hal yang kurang saya sukai tapi karena satu alesa belum tau jalannya dan lebih aman dari polisi di pinggir jalan 😀

Saya kurang suka naik bus karena di dalam bus suasananya ungkep, rapat,padat. Memang ada kalanya dulu saya banyak tergantung dari alat transportasi itu, namun itu hanya berlaku pada era ketika fasilitas dan standart kendaraan umum masih ala kadarnya.

Maka bisa jadi bahwa anda akan lebih memilih untuk duduk diam di rumah dari pada panas – panasan dalam udara yang ungkep di dalam kendaraan umum, belum lagi kalau macet udara panas di dalam di tambah panas yang membuat saya agak males naik angkutan umum.

Perjalanan

Perjalanan saya awali dengan membaca “bissmillahirohmanirrohim” dari rumah, berbekal air minum dan uang secukupnya saya menaiki sepeda motor untuk berangkat menuju ke salah satu terminal di dekat rummah saya yaitu di Maospati.

Sumber : bismania.com

Sumber : bismania.com

Sesampainya di Maospati tempat pertama yang saya tuju adalah sebuah tempat penitipan motor, motor di masukan ke dalam gudang penitipan di ganti dengan kupon nomor antrian.

Sumber : undon-news.com

Sumber : undon-news.com

Motor sudah terasa aman di tempat penitipan, saya langsung menuju ke pusat terminal menunggu bus datang, ini kegiatan yang saya kurang senangi “menunggu”. Setelah menunggu kurang lebih 15 menit bus yang saya cari tiba dan langsung saya menaikinya.

Kenyamanan Berkendara

Sekian lama tidak naik bus dan sekarang menaikinya lagi rasanya gimana gitu, bus jaman modern ini serasa beda dengan bus-bus masa kecil saya dulu ada wifi, tv,dan AC yang memanjakan penumpang di tambah lagi suasana di dalam yang tidak terlalu padat yang membuat saya betah di dalam bus.

Sumber : bismania.com

Sumber : bismania.com

Melaju di jalur Madiun-Ponorogo

Sumber : skyscrapercity.com

Sumber : skyscrapercity.com

Mengenai Ponorogo adalah sebuah kabupaten di Jawa Timur, Kabupaten Ponorogo ini terletak koordinat 111° 17 – 111° 52′ BT dan 7° 49′ – 8° 20′ LS. Dengan ketinggian antara 92 sampai dengan 2.563 m diatas permukaan lau memiliki luas wilayah 1.371,78 km²[3].

Kabupaten ini terletak di sebelah barat dari provinsi Jawa Timur dan berbatasan langsung dengan privinsi Jawa Tengah lebih tepatnya 220 km arah barat daya dari ibu kota provinsi jawa timur (Surabaya).

Peta Kabupaten ponorogo

 

Sumber : eastjava.com

Sumber : eastjava.com

Tujuan utama saya ke Ponorogo tidak lain adalah mencari laptop, kenapa harus di Ponorogo?

Selain harganya murah speknya juga lumaya,tapi juga harus menerima kenyataan kalau barangnya tidak new alias bekas hhe..

perjalanan menuju Ponorogo dari terminal Maospati terkesan nyaman,dan tidak macet-macetan walau sesekali busnya harus berhenti di beberpa terminal untuk mencari penumpang dan menurunkan penumpang.

Terminal Ponorogo

Sumber : surabaya.tribunnews.com

Sumber : surabaya.tribunnews.com

Tak lama setelah saya naik bus, sampailah saya di stasiun Ponorogo tempat yang pertama saya kunjungi adalah warung di dekat masjid sembari menunggu waktu duhur tiba dan sedikit beristirahat sembari melepas lelah, saya membeli beberapa gorengan dan secangkir susu jahe itulah minuman favorit saya kalau jajan di warung pinggir jalan.

Waktu Duhur

Sumber : taufiqtravelling.wordpress.com

Sumber : taufiqtravelling.wordpress.com

Setelah memakan beberapa gorengan suara adzan duhur berkumandang, saya langsung bergegas ke masjid di sebelah warung belum juga membayarnya, usai melaksanakan sholat duhur saya kembali ke warung tersebut mengminum minuman yang tadi saya pesan dan membayarnya.

Usai beristirhat sebentar dan sholat duhur saya melanjutkan perjalanan untuk beli laptop kebetulan penjualnya tidak jauh dari terminal, sehingga saya dengan mudah dapat menjangkaunya tanpa perlu naik angkot atau naik kendaraan umum lainnya.

Nah itulah sedikit pengalaman saya naik bus, sekian semoga bermanfaat bagi kita semua … 🙂

Speak Your Mind

*