Petualangan Pos 2 Gunung Lawu

petualangan yang tak terlupakan

www.khatulistiwa.info

Gunung lawu adalah gunung yang berada di wilayah Karanganyar,  perbatasan antara jawa timur dan jawa tengah, Merupakan gunung yang lama tidak aktif. Dengan ketinggian 3.265 mdpl.Gunung lawu mempunyai 3 puncak yaitu Hargo Dumiling, Hargo Dumilah dan Hargo Dalem, dan puncak tertingginya adalah Hargo Dumilah.

Gunung Lawu juga salah satu gunung yang cukup populer untuk pendakian karena tidak sedikit wisata asing yang datang untuk menaklukannya. Terdapat 3 Jalur yang dapat di tempuh pendaki yaitu jalur Cemoro Kandang,Cemoro sewu dan candi cetho.

Letak gunung lawu melalui google earth map

www.infopendaki.com

www.infopendaki.com

Awal Mula 

Pada hari itu teman saya sebut saja namanya Gito, Menghubungi saya pada senin sorehari. “ Nang muncak yuk, Gunung lawu”.  Karena saya berkeinginan dan tertantang untuk menaklukkan gunung lawu maka sayapun dengan senang hati  meng iyakan ajakan tersebut . “kapan?” Tanya saya.  “sabtu jam 02:00 berangkat dari rumah” jawabnya.

Pemberangkatan

Setelah pertimbangan dan perencanaan matang selama 5 hari meliputi jaket dan pakaian seperlunya, bahan makanan,perlengkapan darurat, serta perlengkapan penunjang lainnya sudah kami siapkan.

akhirnya  sabtu sore seperti jadwal jam 14:00 kami berangkat dengan menaiki sepeda motor kami yang super sekali  menuju salah satu jalur yang akan kami lalui untuk pendakian yaitu cemoro sewu.

sesampainya di cemoro sewu ssekitar jam 16:08 kami memarkir sepeda di tempat yang sudah di sediakan, dan langsung menuju ke masjid di seberang gerbang pendakian untuk menunaikan sholat asyar. ketika mengambil wudlu pertama kali, saking dinginnya serasa wudlu dengan air es, dan lanjut melaksanakan sholat asyar.

Usai sholat kami masuk ke cemoro sewu untuk mendirikan tenda dan berencana untuk menginap  untuk aktimasi satu malam di gunung lawu.Untuk masuknya sendiri kita akan dikenai biaya Rp.10.000 perorang.

Kami memilih jalur Cemoro sewu karena pemandangan yang menarik nan indah ada di setiap trek cemoro sewu, serta rute pendakian dari cemoro sewu relatif lebih pendek, kondisi jalan lebih aman dan bagus untuk di lalui,Bahkan terdapat warung makan di tengah perjalanan dan di setiap pos jika lewat jalur ini.

arsiyawenty.wordpress.com

arsiyawenty.wordpress.com

Waktu malampun tiba karena kami tidak terbiasa bermalam di dunia luar kami merasa kedinginan, dingin yang tidak kami bayangkan sebelumnya, Biasaya tidurnya di kasur yang hangat nan empuk di temani selimut, malam ini kami tidur  ditemani dengan sura – suara alam, angin berhembus kencang yang membuat pohon – pohon bergoyang – goyang.

Hembusan angin malam gunung ini tentu saja membuat suhu udara malam ini dinginnya minta ampun.Kami langsung memakai jaket, sarung tangan dan tutup kepala yang kami persiapkan sebelummnya saking tidak tahannya dilanda hawa dingin.

Biasanya bagian tubuh yang paling sensitif dengan hawa dingin adalah telapak tangan dan telinga,pokoknya hawa malam ini dingin pakek banget lagi, hingga saya sendiri mendoble jaket saya (di dalam jaket ada jaket lagi). Namun itu masih belum cukup dinginnya seperti menusuk kedalam tulang – tulang yang membuat tubuh bisa bergoyang – goyang gemeteran sendiri.

Merasa masih kedinginan kami membuat api unggun untuk sekedar menghangatkan tubuh kami, dengan di temani api unggun kecil sembari merencanakan perjalanan besok dan sedikit bercanda ketawa – ketiwi, tidak terasa  hari sudah semakin larut malam kami harus segera tidur untuk menyimpan energi untuk persiapan pendakian besok pagi.

Peta jalur pendakian Gunung lawu

www.infopendaki.com

www.infopendaki.com

Pendakian

www.yukpiknik.com

www.yukpiknik.com

www.setapakkecil.com

www.setapakkecil.com

Matahari sudah menampakan sinarnya menandakan kami harus melanjutkan perjalanan, setelah kami mengemas dan membereskan barang – barang dan melakukan pemanasan, setelah sedikit pemanasan dan do’a kami melanjutkan pendakian dengan Riang gembira menyusuri jalur pendakian.

Setelah beberapa ratus meter kami mendaki, hanya rumput – rumput hijau dan pepohonan pinus yang tampak. Meski jalannya mendaki tapi tidak terlalu terjal. Kami juga bertemu dan sedikit berbincang dengan orang sependakian yang bahkan belum kami kenal.

setelah berjalan kurang lebih 1,5 jam melewati pepohonan rimbun, sumber mata air Sendang Panguripan, kami sampai di pos 1 wes – wesan, di lokasi ini tersedia juga tempat untuk camping dan ada juga warung.

Pos 1 wes – wesan

sarangpenyamun.wordpress.com

www.sarangpenyamun.wordpress.com

Di pos pertama ini kami beristirahat sejenak sembari menikmati kesejukan dan pemandangan yang indah subhanallah inilah salah satu dari kesekian banyaknya kenikmatann yang allah ciptakan di dunia ini.

Setelah beristirahat sejenak kami melanjutkan perjalanan ke pos selanjutnya yaitu pos 2, pada jalur pos 1 – pos 2 ini kami melalui medan yang berbatuan, dan mulai menanjak namun batu disini sudah ditata sedemikian rapi layaknya tangga, jalanan mulai menyempit dan menanjak  terdapat banyak pohon pinus.

Di jalur ini kami bertemu dengan batu besar legendaris yang bernama Watu Jago, kenapa di berinama watu jago? konon katanya batu ini di keramatkan dan di sebut watu jago karena bentuknya mirip ayam jago, meskipun demikian kalau saya amati perasaan tidak ada mirip – mirip sama sekali.

Namun sayang sekali kami tidak dapat menikmati kealamiannya, karena coretan tangan – tangan jahil di permukaanya,hasil karya yang kurang kerjaan tegas saya kok sempet – sempetnya membawa cat pilok saat mendaki, sepertinya sudah direncanakan sebelumnya, umumnya yang mereka tulis adalah nama dan organisasinya sebagai wujud kebanggaan atas pendakiannya.

www.raketon.wordpress.com

www.raketon.wordpress.com

www.yukpiknik.com

www.yukpiknik.com

Dari pos 1 menuju pos 2 ini kami juga melihat pemandangan – pemandangan yang tidak kalah menarik dari gunung – gunung lainnya, pohon – pohon hijau bebatuan yang besar dan beberapa bunga edelweiss yang indah di pandang, merupakan salah satu bunga yang tidak mudah di cari dan tidak di semua gunung dapat di jumpai.

Dikalangan pendaki bunga ini disebut bunga keabadian mungkin kalau di makan kita akan apabadi begitu 😀 tapi tidak seperti itu disebut bunga keabadian karena bunga ini tidak mudah layu kecuali apabila terkena air.

www.wiranurmansyah.com

www.wiranurmansyah.com

Setelah berjalan kurang lebih 2,5 jam kami sampai di pos 2 watu gedeg,Di pos 2 ini juga terdapat bangunan untuk berlindung atau berteduh. walau tempatnya terlihat agak kotor, tapi sangat membantu pendaki apabila sampai di tempat ini cuacanya sedang buruk.

Di sebelahnya juga terdapat warung yang memanjakan kami untuk makan di sana, untuk tarifnya sendiri Nasi satu bungkus di bandrol dengan harga Rp. 5.000 dan secangkir kopi hitam Rp.3.000.

Pos 2 watu gedeg

www.manusialembah.blogspot.com

www.manusialembah.blogspot.com

www.ardiyanta.com

www.ardiyanta.com

kamipun menyantap makanan yang barusan kami beli dan meminum secangkir kopi untuk sedikit memulihkan energi dan menikmati suasana yang sejuk dan lumyan cerah, sembari beristirahat kami merencanakan perjalanan yang selanjutnya ke pos 3 mulai membayang – bayangkan gitu 😀

Tetapi semua tidak sesuai yang saya bayangkan setelah saya melihat wajah teman saya yang keliatan pucat, di hati berubah menjadi wass – was ” kenapa ya temanku ini?”,saya pun langsung mengecek kondisinya dengan kemampuan yang saya punya dan memberikan sedikit obat untuk sekedar menghangatkannya.

Sayapun memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan demi keselamatan teman juga saya pribadi, kami mulai berjalan menuruni tangga batu yang baru kami lalui, menikmati pemandangan waktu turun itu sudah mengobati rasa galau saya :D, berharap suatu saat nanti bisa menaklukkannya sampai puncak !!
Mungkin ada sahabat bukubiruku.com yang ingin menaklukkan gunung lawu bersama Saya, saya tunggu tantangannya 😀 dan jangan lupa siapkam fisik dan mental anda, sekian dulu yang dapat mimin sampaikan yar nanti mimin update lagi …

Speak Your Mind

*